Medan — Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali mencatatkan sejarah akademik dengan mengukuhkan 14 guru besar baru dalam sebuah sidang senat terbuka yang berlangsung khidmat. Momentum ini menjadi penegasan komitmen UINSU dalam memperkuat kapasitas keilmuan serta menjawab tantangan perkembangan zaman di era digital.
Rektor UINSU dalam sambutannya menegaskan bahwa para guru besar yang dikukuhkan diharapkan mampu menjadi “mercusuar peradaban”, yakni figur akademik yang tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan aktif dalam membimbing arah kemajuan umat dan bangsa.
Adapun 14 guru besar yang dikukuhkan pada kesempatan tersebut adalah:
- Prof. Dr. Arifuddin Muda Harahap, S.H.I., M.Hum (Bidang Ilmu Hukum Ketenagakerjaan)
- Prof. Dr. Sahkholid Nasution, S.Ag., M.Ag (Bidang Ilmu Pembelajaran Bahasa Arab)
- Prof. Dr. Syukri, M.A (Bidang Ilmu Filsafat Islam)
- Prof. Dr. Arifinsyah, M.Ag (Bidang Ilmu Perbandingan Agama)
- Prof. Dr. Sudirman Suparmin, Lc., M.A (Bidang Ilmu Ushul Fiqh)
- Prof. Dr. Ibnu Radwan Siddik Turnip, S.Ag., M.Ag (Bidang Ilmu Pemikiran Hukum Keluarga Islam)
- Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag (Bidang Ilmu Ekonomi Islam)
- Prof. Dr. Anang Anas Azhar, S.Ag., M.A (Bidang Ilmu Komunikasi Politik Islam)
- Prof. Dr. Sahrul, M.Ag (Bidang Ilmu Sosiologi Masyarakat Islam)
- Prof. Dr. H. Ardiansyah, Lc., M.Ag (Bidang Ilmu Hadist Ahkam)
- Prof. Dr. Irwansyah, M.Ag (Bidang Ilmu Hubungan Antar Agama)
- Prof. Dr. Hasrat Effendi Samosir, M.Ag (Bidang Ilmu Komunikasi Politik Islam Indonesia)
- Prof. Dr. Syafrudin Syam, S.Ag., M.Ag (Bidang Ilmu Hukum Islam Indonesia Kontemporer)
- Prof. Dr. Salamudin, M.A (Bidang Ilmu Teologi Islam)
Selain itu, dalam kesempatan yang sama, turut dilakukan penghormatan purnabakti kepada Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya bagi pengembangan akademik di UINSU.

Sorotan publik akademik tertuju pada dua nama besar dari lingkungan Pascasarjana UINSU yang resmi dikukuhkan sebagai guru besar. Mereka adalah Prof. Dr. Salamudin, M.A, Wakil Direktur Pascasarjana UINSU (Bidang Ilmu Teologi Islam), serta Prof. Dr. Arifuddin Muda Harahap, S.H.I., M.Hum, Ketua Program Studi S3 Hukum Islam (Bidang Ilmu Hukum Ketenagakerjaan).
Pengukuhan Prof. Salamudin menjadi momentum penting dalam mempertegas arah pengembangan teologi Islam yang moderat, progresif, dan kontekstual. Di tengah derasnya arus digitalisasi, pendekatan teologi yang adaptif dinilai krusial untuk menjawab tantangan spiritual dan intelektual masyarakat modern.
Di sisi lain, pengukuhan Prof. Arifuddin Muda Harahap menandai penguatan serius dalam bidang hukum ketenagakerjaan berbasis nilai-nilai Islam. Gagasannya dinilai relevan dalam merespons transformasi dunia kerja yang semakin dinamis, sekaligus menghadirkan kerangka hukum yang adil, humanis, dan berkeadaban.
Direktur Pascasarjana UINSU, Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar prestasi personal, melainkan cerminan kemajuan institusi dalam membangun tradisi akademik unggul. “Ini adalah bukti nyata bahwa Pascasarjana UINSU terus melahirkan akademisi berkualitas dan berdaya saing tinggi. Kehadiran guru besar baru menjadi energi besar bagi penguatan ekosistem keilmuan yang progresif dan berkelanjutan,” ujarnya.

